Kecerdasan Sosial (Social Intelligence)

tumblr_si.jpg

Kecerdasan sosial (social intelligence) berkaitan erat dengan kecerdasan bahasa (language intelegence) dan kecerdasan emosi (emotional intelligence). Sebagai salah satu dari sembilan kecerdasan majemuk yang diidentifikasikan oleh ahli psikologi sosial, Prof. Howard Gardner (1986). Yang menurut pakar psikologi sosial Thomas Amstrong (1986), dalam perkembangannya akan bekerja secara bersinergi dan serentak ketika seseorang berinteraksi orang lain.  Menurut penelitian yang dilakukan oleh Daniel Goleman (1995 dan 1998) menunjukkan bahwa kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual memberikan kontribusi sebesar 80% terhadap tingkat kesuksesan seseorang, sedangkan kecerdasan intelektual hanya memberikan kontribusi sebesar 20%.

Definisi Kecerdasan Sosial

  • suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia -Stephen Jay Could-
  •  kemampuan untuk memahami dan mengelola pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia -Edward Thorndike-

hendaklah seseorang mengetahui bagaimana ia bertindak kepada orang lain tanpa merendahkan kadar mereka, dan di saat yang sama tanpa menyanjung mereka secara berlebih, seakan ia memompakan kebohongan dan kosa kata manis madu ke dalam kepala mereka

 

Kecerdasaan Sosial Masa Kini

Kekerasan dalam rumah tangga, tawuran antarkampung, perkelahian antarpelajar atau mahasiswa, bentrok antarkelompok politik, etnik, atau agama makin sering menghiasi media masa kini. Serentetan peristiwa tersebut menjadi bukti, bahwa tindakan brutal sering dijadikan alternatif untuk memecahkan masalah. Seakan tidak ada upaya yang lebih manusiawi, santun, dan berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan untuk menyelesaikan problem yang terjadi. Salah satu penyebab anak bangsa ini menggunakan cara anarkis guna menyelesaikan berbagai persoalan atau mencapai tujuan adalah tumpulnya kecerdasan sosial.

Hal yang menyebabkan kecerdasan sosial tumpul dilatarbelakangi oleh  proses pendidikan di keluarga maupun masyarakat mengalami salah arah. Penanaman nilai-nilai pendidikan di keluarga, seringkali hanya mengejar status dan materi. Orang tua mengajarkan pada anaknya bahwa keberhasilan seseorang itu ditentukan oleh pangkat atau kekayaaan yang dimilikinya. Masyarakat juga begitu, mendidik orang semata mengejar tahta dan harta.  Proses ini tampak pada masyarakat yang lebih menghargai orang dari  jabatan dan kekayaan yang digenggamnya. Kondisi ini membuat orang terobsesi untuk memperoleh kedudukan tinggi dan kekayaan yang berbuncah-buncah agar terpandang di masyarakat. Untuk mengejar ambisi tersebut orang kadang menanggalkan etika dan moral, bahwa cara yang ditempuh untuk mewujudkan impiannya itu bisa menyengsarakan orang lain.

Akibat yang ditimbulkan dari kecerdasan sosial yang tidak terasah  pada individu adalah memberi kontribusi pada perilaku anarkis. Hal ini dikarenakan individu yang kecerdasan sosialnya rendah tidak akan mampu berbagi dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Kalau dia gagal akan melakukan apa saja,  asal  tujuannya bisa tercapai, tak peduli tindakannya merusak lingkungan,  dan tidak merasa yang dikerjakannya menginjak harkat dan martabat kemanusiaan. Sehingga diskripsi kepribadian seperti ini, berpotensi melakukan perilaku anarkis, ketika hasrat pribadinya tidak tercapai atau sedang menghadapi masalah dengan orang atau kelompok lain.

Betapa pentingnya peranan kecerdasan sosial untuk mencegah perilaku anarkis, maka perlu dicari solusi untuk mengembangkan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial menjadi solusi efektif meredam anarkis, karena orang yang memiliki kecerdasan sosial tinggi, mempunyai seperangkat keterampilan psikologis untuk memecahkan masalah dengan santun dan damai.

Agar kecerdasan sosial menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah, perlu ada gerakan memahamkan, membudayakan, dan mengimplementasikan kecerdasan sosial di tengah-tengah komunitas masyarakat. Untuk mewujudkan gerakan tersebut, diperlukan  sumbangsih dari berbagai elemen masyarakat serta pemerintah.

Karakteristik Seseorang yang Memiliki Kecerdasan Sosial

1. Mampu menghimpun banyak kawan di sekelilingnya Image

2. Memiliki kemampuan untuk memanej emosinya

3. Memberi banyak nasihat dan saran perbaikan

4. Memiliki daya tahan terhadap kegagalan

Image

5. Memiliki keberanian untuk melanjutkan upaya dan usahanya setelah salah atau gagal

6. Cepat beradaptasi

7. Memiliki kecepatan intuisi

8. Dapat memahami orang lain dari bahasa tubuh mereka

9. Memiliki kemampuan berdialog secara bijak

10. Menampilkan diri secara baik dan tidak palsu

 

Lima Elemen Kunci yang bisa Mengasah Kecerdasan Sosial

Dalam buku bertajuk Social Intelligence : The New Science of Success karya Karl Albrecht menyebut adanya lima elemen kunci yang bisa mengasah kecerdasan sosial, yang ia singkat menjadi kata SPACE.

Image                  Image

Huruf S merujuk pada kata situational awareness (kesadaran situasional). Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang lain.

Elemen yang kedua adalah presense (kemampuan membawa diri). Bagaimana etika penampilan, tutur kata, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya.

Elemen yang ketiga adalah authenticity (autensitas) atau sinyal dari perilaku yang akan membuat orang lain menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya (trusted), jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan sejumput ketulusan. Elemen ini amat penting sebab hanya dengan aspek inilah kita bisa membentangkan berjejak relasi yang mulia dan bermartabat.

Elemen yang keempat adalah clarity (kejelasan). Aspek ini menjelaskan sejauh mana kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide secara renyah yang persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Kecerdasan sosial yang produktif barangkali memang hanya akan bisa dibangun dengan indah manakala kita mampu mengartikulasikan segenap pemikiran kita dengan penuh kejernihan dan kebeningan.

Elemen yang terakhir adalah empathy (atau empati). Aspek ini merujuk pada sejauh mana bisa berempati pada pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana memiliki ketrampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain.

Keterampilan Dasar dalam Mengembangkan Kecerdasan Sosial

Daniel Goleman, dalam bukunya yang berjudul Emotional Intelligence, menyampaikan bahwa ada empat keterampilan dasar yang mesti dikembangkan dalam kecerdasan sosial. Keempat keterampilan itu adalah:

1.     Mengorganisir Kelompok

Image

Keterampilan esensial dari seorang pemimpin ini menyangkut memprakarsai dan mengkoordinasi upaya menggerakkan orang. Keterampilan ini merupakan bakat yang terdapat pada sutradara atau produser sandiwara, perwira militer, dan ketua-ketua yang efektif dalam organisasi dan segala macam unit.

2. Merundingkan Pemecahan

Bakat seorang mediator yang mencegah konflik atau menyelesaikan konflik-konflik yang meletup. Orang yang mempunyai kemampuan ini hebat dalam mencapai kesepakatan dalam mengatasi atau menangani perbantahan.

salaman3. Hubungan Pribadi

Empati dan bakat menjalin hubungan. Bakat ini memudahkan untuk masuk kedalam lingkup pergaulan atau untuk mengenali dan merespons dengan tepat akan perasaan dan keprihatinan orang lain, seni menjalin hubungan. Orang semacam ini merupakan pemain tim yang bagus, pasangan hidup yang diandalkan, sahabat atau rekan usaha yang setia, didunia bisnis mereka sukses sebagai tenaga penjual atau para manajer atau dapat menjadi guru yang hebat.

4. Analisis Sosial

Mampu mendeteksi dan mempunyai pemahaman tentang perasaan, motif, dan keprihatinan orang lain. Pemahaman membaca perasaan orang lain ini dapat membawa ke suatu keintiman yang menyenangkan atau perasaan kebersamaan.

Manfaat Kecerdasan Sosial

Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari upaya mengembangkan kecerdasan sosial diantaranya adalah:

  • Menyehatkan jiwa dan raga.
  • Membuat suasana nyaman.
  • Meredakan perkelahian.
  • Membangkitkan semangat.
  • Mudah untuk memulai interaksi
  • Dapat berperan sebagai teman bicara dan sekaligus pendengar yang baik

Contoh Kecerdasan Sosial dalam Kehidupan

Di kampus saya memiliki banyak teman, salah satu dari mereka ada yang memiliki masalah dan bercerita kepada saya mengenai masalahnya. Saya mendengarnya bercerita. Kemudian memberi respon berupa nasihat dan saran perbaikan agar ia merasa lebih baik.

perbandingan

Referensi:

http://guraru.org/guru-berbagi/kecerdasan-sosial-di-sekolah-kita/

http://strategimanajemen.net/2009/03/02/merajut-kecerdasan-sosial/

http://todaypdf.org/kecerdasan-sosial.doc-id4001377

http://uad.ac.id/content/mengembangkan-kecerdasan-sosial

http://wahidin.staff.stainsalatiga.ac.id/?s=kecerdasan+sosial

http://www.dakwatuna.com/2011/08/23/14212/kecerdasan-sosial/#axzz2mqi01hsu